BUPATI ENDE BUKA RAKORDA LITBANG DAN JARLIT PENDIDIKAN
Bupati Ende Drs. Don Bosco M Wangge, M.Si, Senin (26/07) membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Litbang dan Jaringan Penelitian (Jarlit) Pendidikan Kabupaten/Kota Lingkup Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang bertemakan " Optimalisasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Sebagai Acuan Dalam Perencanaan Pembangunan Nasional". bertempat di Gedung Ine Pare.
Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Propinsi NTT Dr. Keron A. Petrus, SE, MA selaku Ketua Penyelenggara dalam laporannya mengatakan tujuan pelaksanaan kegiatan Rakorda Litbang dan Jarlit Pendidikan adalah untuk mengetahui sekaligus mengevaluasi pelaksanaan program beserta permasalahan masing-masing Badan/Bidang Litbang dan Dinas Pendidikan/Dinas PPO dalam rangka peningkatan kinerja serta menghasilkan rekomendasi-rekomendasi kerja kelitbangan yang merupakan komitmen bersama dalam kerangka optimalisasi tugas pokok dan fungsi Badan/Bidang Litbang serta Dinas Pendidikan dan Dinas PPO. Jumlah peserta yang hadir, kata Keron berjumlah 60 orang berasal dari Badan/Bidang Litbang Bappeda dan Dinas Pendidikan/Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten/Kota Lingkup Propinsi NTT. Kegiatan berlangsung selama dua hari.
Bupati Ende Drs. Don Bosco M Wangge, M.Si pada kesempatan itu membacakan sambutan tertulis Gubernur NTT Drs. Frans Lebu Raya yang mengatakan litbang daerah dan litbang pendidikan di daerah berfungsi melakukan penelitian dan memberikan rekomendasi hasilnya sebagai dasar perumusan kebijakan dan strategis pembangunan daerah. “ Kita menyadari bahwa peran dan fungsi litbang daerah dan litbang pendidikan belum optimal. Belum optimalnya peran litbang daerah, diindikasikan oleh beberapa hal diantaranya persoalan kelembagaan dan keterbatasan tenaga fungsional peneliti. Terkait dengan kelembagaan, litbang sejatinya tidak menjadi bagian pada salah satu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Penyatuan dapat mengakibatkan koodinasi ke litbang tidak berjalan secara optimal, “ kata Bupati Don.
Kenyataan yang terjadi sekarang ini, lanjut Bupati Don, litbang daerah mempunyai posisi yang bervariasi. Ada litbang yang berdiri sendiri, tetapi ada juga yang menjadi bagian dari SKPD. Bupati Don mengatakan terlepas dari posisi litbang pada saat ini perlu adanya peningkatan kinerja litbang melalui peningkatan kapasitas dan jumlah tenaga peneliti bersertifikasi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk diangkat menjadi tenaga fungsional peneliti serta orientasi penelitian litbang adalah penelitian terapan maka diharapkan litbang daerah dan litbang di bidang pendidikan dapat menunjang kerja pemerintah daerah dengan menyajikan rekomendasi yang actual dan dapat dilaksanakan untuk memajukan pendidikan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat NTT.(adm)