Kegiatan Gerakan Nasional (Gernas) Kakao dapat mendongkrak terpenuhinya kebutuhan dan terwujudnya kemandirian pangan di Kabupten Ende. Hal ini menuntut tekad, komitmen dan konsistensi kita dalam mengelola kegiatan Gernas kakao bersama masyarakat secara mandiri dan bertanggung jawab agar bermanfaat optimal bagi kesejahteraan masyarakat.Demikian disampaikan Bupati Ende Drs.Don Bosco M Wangge, M.Si dalam sambutannya pada acara Pembukaan Pelatihan Petani Kegiatan Peremajaan, Rehabilitasi dan Intensifikasi Tanaman Kakao Tahun Anggaran 2010, Kamis (29/7) di Gedung PSE Ende Jln Durian. Hadir dalam kegiatan tersebut Pimpinan SKPD, LSM Tana Nua, Swisscontact.
Bupati Don mengatakan demi keberhasilan Gernas Kakao dan Swasembada Pangan 2012, sangat dibutuhkan SDM yang memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang memadai.“ Peremajaan tanaman Kakao dengan penanaman bibit Semantic Embriogenesis (SE) hasil kultur jaringan, dan pelaksanaan sambung samping dengan Entrees (batang atas) dari varietas kakao unggul yang merupakan teknologi yang cukup baru, “ jelas Bupati Don. Untuk itu Bupati Don berharap dengan adanya pelatihan ini para petani dapat menerapkan teknologi tepat guna dengan baik sehingga mutu Kakao berstandar nasional dapat tercapai jika teknik budidaya, pemanenen dan pasca panen dilaksanakan dengan baik dan benar.
Lebih jauh Bupati Don menyinggung tentang luas areal tanaman Kakao yang ada di Kabupaten Ende.Dikatakan Bupati Don, hingga 2009 untuk Kabupten Ende luas areal tanaman Kakao 5.520,3 Ha (5.520.300 tegakan) yang terdiri dari tanaman menghasilkan 3.364,1 Ha (3.364.100 tegakan) dengan produksi rata-rata 800 Kg/Ha/Tahun. Produksi tersebut jauh dari maksimal, dan masih dapat ditingkatkan lagi menjadi 1.000 s/d 1200 Kg/Ha/Tahun dengan peremajaan, rehabilitasi dan intensifikasi.