Minggu  05 September 2010 Email Home
Untitled Document
Sukseskan SENSUS PENDUDUK 1-30 Mei 2010
Bupati Ende

Drs. Don Bosco M. Wangge, M.Si

Untitled Document
Harga Selengkapnya
Untitled Document


Berita Selengkapnya
PEMDA ENDE TANDATANGANI MOU DENGAN RS PANTI RAPIH JOGYAKARTA
Pemerintah Daerah Kabupaten Ende bersama Rumah Sakit Panti Rapih Jogyakarta bertempat di Ruang Rapat Bupati Ende ,Kamis (29/7) telah mengadakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) berkaitan dengan pelaksanaan kerja sama dibidang kesehatan khususnya pelayanan kesehatan ibu anak, kebidanan, anestesis, laboratorium dan gawat darurat bayi baru lahir. Penandatanganan tersebut langsung dilakukan oleh Bupati Ende Drs.Don Bosco M Wangge, M.Si dengan Direktur Rumah Sakit Panti Rapih Jogjakarta dr. Teddy Janong, M .Kes.
Bupati Don usai penandatanganan MoU mengatakan sangat tertarik adanya kesediaan rumah sakit swasta menjalin kerja sama dengan rumah sakit pemerintah di daerah lain. Diakui Bupati Don, kondisi fisik rumah sakit dan pelayanan Panti Rapih dengan RSUD Ende sangat berbeda. Pelayanan ibu hamil, bayi baru lahir, sarana dan etos kerja di rumah sakit Panti Rapih sangat berbeda dengan di Ende. Di RSUD Ende lanjut Bupati Don, kerja PNS mengikuti jam kerja, namun di Panti Rapih pelayanan dan etos kerja begitu baik mulai dari dokter jaga sampai pada dokter ahli. “ Karena itu hali-hal yang menyangkut pelayanan harus dipelajari selama kerjasama ini dibangun. Petugas di RSUD Ende harus mampu menimba ilmu dari para petugas Rumah Sakit Panti Rapih yang akan bertugas di Ende, “ kata Bupati Don.
Terkait sarana dan prasarana di RSUD Ende, Bupati Don mengatakan masih sangat terbatas. Bahkan terkadang peralatan itu ada namun ketiadaan petugas untuk mengoperasikan. Kondisi ini juga terjadi di Puskesmas. “ Ada peralatan yang diadakan namun sampai sekarang tetap terbungkus dengan rapi karena tidak pernah dibuka dan kalupun dibuka tidak pernah dimanfaatkan karena tidak ada petugas yang mampu mengoperasikan, “ jelas Bupati Don. Upaya lain yang dilakukan, lanjut Bupati Don, adalah mengirim tenaga dokter untuk mengambil spesialis. Setiap tahun diupayakan untuk mengirim dua orang sehingga pada suatu waktu sudah memiliki delapan dokter ahli yang memenuhi syarat sebuah rumah sakit. Hal ini agar bisa memberikan pelayanan terbaik dan dengan hadirnya tenaga dokter ahli maka masyarakat tidak perlu lagi berobat ke luar untuk menekan biaya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ende dr Agustinus Ngasu, M.Kes dalam kesempatan mengatakan jalinan kerjasama ini terjadi, setelah sebelumnya Dinas Kesehatan Propinsi NTT mengundang rumah sakit yang berkeinginan menjalin kerjasama dengan rumah sakit di NTT. Rumah sakit yang diundang kata Ngasu, merupakan rumah sakit yang peduli terhadap permasalahan kematian ibu dan bayi yang marak terjadi di NTT. “ Dari sejumlah rumah sakit yang diundang, ada enam kabupaten yang menjalin kerjasama dengan mereka termasuk Ende dan kerjasama ini akan dilakukan selama enam bulan, setelah itu dilakukan evaluasi dan jika memungkinkan akan dilanjutkan, “ kata Ngasu. Lebih lanjut Ngasu mengatakan kerjasama ini disponsori oleh Australia Indonesia Partnership Maternal Neoterma Health Care. Sementara itu Direktur Utama Rumah Sakit Panti Rapih, dr. Teddy Janong, M .Kes pada kesempatan mengatakan kerjasama ini terjalin karena mereka tertarik dengan persoalan kematian ibu dan anak yang terjadi di NTT. Panti Rapih kata Janong, merasa tertarik untuk terlibat membantu RSUD Ende dalam memberikan pelayanan kepada ibu dan bayi agar pelayanan kepada ibu dan bayi semakin lebih baik. (adm) Tampak Gambar : Bupati Ende Don Bosco M Wangge dengan Direktur Rumah Sakit Panti Rapih Jogjakarta dr. Teddy Janong, M .Kes
Pilih Jenis Pencarian :
Cari Berita:
 Arsip Berita
Wakil Bupati Ende

Drs. Achmad Mochdar

Pesan
Yunus Nubos
gw bangga dengan kabupaten ende. terutama bagi pejabat pengambil kebijakan, dimana saat ini ende mengemban visi GSP (Gerakan Swasembada Pangan). gerakan ini merupakan gerakan untuk memulai kembali masyarakat pada kebutuhan makanan pangan lokal. dengan bahasa Ende Lio jenis pangan lokal seperti: uwi ai, jawa, orho, ke'o, sura, uwi, dan lain-lain yang menjadi sumber makan pokok bagi masyarakat kabupaten ende. namun dari gerakan ini saya sedikit bertanya kepada pemerintah: bagaimana implementasi GSP ini bisa diterapkan pada masyarakat agar lebi efisien dan efektif?...dan sejauhmana analisa bahwa gerakan ini akan sukses di tahun 2012? sepintas saya komentar bahwa untuk membudidayakan itu sebenarnya kita tidak usah bersusah payah untuk menggerakan masyarakat untuk menanam jenis pangan lokal tersebut karena sebenarnya masyarakat sudah paham. tapi jika ini akan mau sukses maka yang pertama yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah siapkan pasar. dimana pasar merupakan tempat dimana masyarakat akan memasarkan hasil panen mereka terhadap hasil dari GSP itu sendiri. jika pemerintah menyediakan harga pasar yang maksimal saya yakin pemerintah tidak perlu lagi bersusah paya untuk mensosialisasi GSP. Karen dengan sendirinya masyarakat akan memanfaatkan lahannya untuk itu. bagaimana masyarakat akan mengikuti GSP sementara kebutuhan sandang, pangan atau lainnya sangat mahal, sehingga jangan heran saat ini masyarakat lebih cenderung berkosentrasi pada usaha-usaha lain yang sekiranya dapat membantu memenuhi kebutuhan ekonomi sehari-harinya. thanks.
wil.haber@yahoo.com
110.139.193.134

aria ratu
slam damai dalam kasih tuhan,pak Bupati yang terhormat tolong perhatikan desa deturia yang tanpa kita sadari mempunyai potensi alam yang menarik,,,trims
ariaratu@yahoo.com

Adam Musi
Kami bangga Ende Sare, Lio Pawe. Penampilan Webnya menyenangkan dan kami bisa mengakses berita2 update dari kota Ende. Jaya terus Ende kami bangga.
adammusi_1162@yahoo.co.id
125.162.153.188

faisal.h
tampilan udah agak bagus kalau bisa lebih di perkaya dengan berita baru
fhumris.yahoo.co.id
118.96.107.118

dony kleden
sudah sangat bagus tampilan endekab.go.id.. saya minta sejarah ende boleh ga.. kl liat sejarah ende dimana?
duranvalo@yahoo.com

Pengirim:
Pesan:
Email:
 Arsip Pesan